cerita inspirasi (orang lain)

Nama    : Dian Puspa

NRP    : F44100067

Laskar  : 28

Kekuatan Sedekah

Seperti layaknya siswa-siswa SMA lainnya,begitu juga aku. Aku berniat melanjutkan belajarku kejenjang yang lebih tinggi, kuliah disalah satu universitas negeri terkemuka di negara ini. Saat itu hanya ada satu jalur tes untuk dapat diterima di universitas negeri yaitu SPMB. Sebagai satu-satunya jalur tes, itu berarti disitulah jalan tumpuanku untuk bisa kuliah. Jurusan impianku saaat itu adalah psikologi. Aku menginginkannya sepenuh hati, sungguh-sungguh menginginkannya. Karena itu, kupersiapkan segalanya dengan baik, mulai dari belajar samapai persiapan mental dan tentu saja yang paling penting adalah persiapan untuk hari ujian.

Tes dilaksanakan dua hari. tes hari pertama berjalan dengan lancar namun aku lalai pada hari kedua. Aku terlambat datang dan kehilangan dua puluh sembilan menit waktu ujian. Kalau saja aku terlambat satu menit lagi, saat itu aku pasti tak diperbolehkan masuk ruangan. Dengan kondisiku yang gugup dan keringat yang bercucuran ditambah lagi pensilku yang masih dalam keadaan tumpul, aku harus mengumpulkan segenap konsentrasiku yang saat itu entah hilang kemana. Tanagnku mulai gemetaran saat melingkari jawaban, saat itu aku harus berpacu dengan waktu mengejar ketertinggalanku dari peserta tes yang lain. Hari terakhir tes yang merupakan kunci dari segala mimpiku malah saat itu aku tak bisa maksimal mengerjakan soal-soalnya. Begitu bel tanda tes telah usai, seluruh tubuhku lemas, rasanya aku begitu takut. Aku sadar bahwa psikologi yang ingin kugapai ini tidak sembarang orang bisa mendapatkannya. Tapi ibuku selalu membesarkan hatiku, segalanya bisa terjadi sesuai kehendak Allah. Beliau menasehatiku untuk memperbanyak sedekah dan salat duha. Walaupun saat aku melakukan itu semua banyak teman-temanku yang mengejekku. Mereka mengatakan bahwa semua usahaku sia-sia, tes telah usai, kita hanya dapat menunggu hasil, dan apa yang kulakukan tidaklah berpengaruh pada hasil tesku. Namun itu semua tidak kuperdulikan. Bagiku sebelum pengumuman keluar, perjuangan belum akan berakhir dan Allah punya kuasa penuh atas semuanya.

Setelah satu bulan berlalu, hari yang ditunggu-tunggu itu pun tiba. Pagi itu aku menunggu tukang koran dengan tidak sabar. Mulai dari jam 6 pagi aku telah menunggu di pagar depan rumah. Lama sekali aku menunggu. Tukang koran yang biasanya sudah muncul entah kenapa tak kunjung juga batang hidungnya. Hampir sampai pukul 9 aku menunggu, aku sudah tak sabar lagi dan hampir menangis ketika aku mengadu pada ayah.

“ Sudahlah.. kita cari koran di luar” ayahku bergegas mengeluarkan motor dan baru saja kami mau berangkat tiba-tiba abang tukang koran datang. Ia bercerita bahwa Koran hari ini laku keras. Berkali-kali ia harus bolak-balik agennya untuk menambah stok Koran jualannya.

Dengan gugup, ku cari namaku. Ada!! Namaku dan jurusannya adalah psikologi. Aku tak henti-hentinya menangis haru dipelukan ibuku. Begitu juga beliau. Kami begitu bersyukur. Tes yang tak bisa maksimal aku kerjakan berbuah begitu indah. Aku percaya ini adalah kemurahan Allah. Ini adalah kekuatan sedekah.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

cerita inspirasi (pribadi)

Nama    : Dian Puspa

NRP    : F44100067

Laskar  : 28

Belajar dari Pengalaman

Bukan ketika gagal setelah berjuang

Tapi gagal untuk berjuang!!

Ya..hal yang paling menyakitkan bukan ketika gagal setelah berjuang, tapi ketika tak diizinkan untuk berjuang

Adilkah??

kubaca ulang kalimat-kalimat penutup hariku hari ini. Terbayang betapa beratnya esok. Rasanya aku ingin lari saja. Pulang. Jadi pengecut. Tapi tak mungkin itu kulakukan. Sedari sore tadi pembimbingku telah berusaha keras membesarkan hati kami

“ Sudahlah..yang penting tampil,yang penting kita turut berpartisipasi. Semua diluar kuasa kita.”

Huhh.. padahal aku telah begitu siap untuk menjadi juara,tapi tak pernah terbersit dalam benakku untuk menjadi pecundang. Bagiku seorang yang kalah adalah pecundang. Aku bukan tipe orang yang bisa berlapang dada menerima kekalahan. Tak pernah ada kata kalah dalam kamus hidupku. Aku tak pernah siap untuk kata yang satu ini.

Aku dan dua orang temanku terpilih mewakili daerah kami diajang STQ, tapi karena

sesuatu yang diluar kuasa kami, kami harus kehilangan satu orang rekan kami. Iya.. ia didiskualifikasi satu hari,bukan, tidak sampai satu hari tapi beberapa jam sebelum lomba dimulai lantaran usianya yang melebihi ketentuan. Coba kau bayangkan berapa point nilai yang bisa kau kumpulkan jika kau kehilanagn satu elemen penting dalam penilaian? Aku sungguh ingin menangis sekarang!

Benar saja. kami gagal. Kami harus pulang dengan menelan kekecewaan, padahal tim kami adalah tim yang paling dijagokan. Tapi sayang, Allah menghendaki yang lain. Rasanya sulit sekali kuterima semua ini. Perasaanku kacau.

“ Ia telah pilihkan yang terbaik untukmu. Sesuatu yang lebih. Lebih indah, lebih berharga. Lebih segalanya dari ini. Percayalah… pilihan Allah tak pernah salah.. Ia selalu punya rencana yang indah untuk umatnya, asalkan kuncinya satu hal ‘jangan menyerah’!” nasihat singkat sobatku inilah yang menjagaku untuk tetap maju, mengejar mimpiku selanjutnya..OIimpiade Sains Nasional.

Alhamdulillah, sobatku benar. Allah telah menyiapkan sesuatu yang lebih dari yang dulu,sesuatu yang lebih berharga untukku. Ia benar, pilihan Allah adalah yang terbaik , asalkan kita tidak pernah menyerah dan percaya pada-Nya. Pahitnya kegagalan yang kujadikan motivasi membawaku pada keberhasilan. Sekarang, Insya Allah, aku akan berbaik sangka pada pilihan Allah karena sesungguhnya Ia lah penulis scenario terhebat.

Posted in Uncategorized | Leave a comment